“Penanaman Hutan Kota di Stadion Mandala Krida”

Yogyakarta, 26 Juni 2011

Hutan kota, istilah ini dipakai untuk menggambarkan sekumpulan pohon yang berasosiasi secara kompak dan berlokasi disekitaran kota. Saat ini, pepohonan di kota sangat dibutuhkan, polusi udara yang berasal dari kendaraan bermotor yang populasinya tinggi dapat dikurangi dengan adanya pohon. Sifat pohon yang menyerap karbon akan sangat berguna untuk mengurangi poulsi, belum lagi sifat pohon lainnya yang juga menguntungkan, seperti kemampuannya menyimpan air yang mengurangi resiko banjir di daerah perkotaan juga sebagai “keranjang” penampung, penyimpan air, dan penyalur air, sehingga air dapat dimanfaatkan dengan maksimal.

Oleh karena itu, Mapala Silvagama bersama anggota Silvagama Green Community yang berasal dari berbagai SMA di Yogyakarta, melakukan penanaman untuk hutan kota di Stadion Mandala Krida, Yogyakarta. Bibit yang ditanam sejumlah 50 bibit, yang disebar di sekeliling taman Stadion Mandala Krida. Penanaman kali ini dilakukan dimusim kemarau memang, menyebabkan banyak pertanyaan muncul, mengapa menanam di musim kemarau? Tapi kali ini, penanaman dilakukan dengan perawatan tertentu yakni metode infus. Metode infus dilakukan dengan meletakkan botol minuman bekas 1,5 L yang sudah dilubangi sedikit tutupnya dan diisi dengan air. Sedikit demi sedikit air akan terus menetesi bibit yang ditanam, dengan begitu bibit akan terus diairi bahkan saat musim kemarau ini. Botol akan bertahan selama 4-5jam setelah diisi penuh, dengan begitu kita butuh mengisinya per hari. Hal ini mengajarkan kepada generasi muda untuk peduli terhadap yang kelangsungan kehidupan pohon dengan rutin “menjenguknya” dan mengisi botol airnya. […]

Menjaga Hutan Ala Masyarakat Genggelang

Sebagai masyarakat yang tinggal di sekitar hutan, warga Desa Genggelang, Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat tidak hanya memanfaatkan sumber daya hutan, tetapi juga menjaga agar hutan tetap lestari. Bagi mereka, hutan lindung merupakan kawasan yang tidak boleh dirambah, apalagi dieksploitasi. Mereka pun memiliki peraturan desa (awig-awig) yang mengatur eksploitasi dan pemanfaatan hutan yang mereka kategorikan menjadi hutan penyangga, hutan produksi dan hutan lindung. Pemanfaatan sumber daya hutan yang dilakukan warga lebih ke hasil-hasil hutan non kayu seperti madu hutan dan rotan, itupun jarang mereka komersilkan, kebanyakan hanya untuk memenuhi kebutuhan sendiri. […]

Pinokio, Spesies Baru Katak dari Papua

JAKARTA, KOMPAS.com — Sebuah ekspedisi ilmiah menemukan sejumlah spesies baru di Pegunungan Foja, di Pulau Guinea Baru, Provinsi Papua. Salah satunya jenis katak baru yang pantas disebut katak Pinokio karena memiliki bagian tubuh memanjang di mukanya. Spesies baru itu yakni katak (Litoria sp nov) yang diamati memiliki benjolan panjang pada hidung seperti pinokio yang menunjuk ke atas bila ada ajakan dari jenis jantan serta mengempis dan mengarah ke bawah bila aktivitasnya berkurang. Katak ini ditemukan herpetologis, Paulus Oliver, secara kebetulan.

Kepala Komunikasi Conservation International (CI) Elshinta S Marsden di Jakarta, Senin (17/5/2010) malam, mengatakan, katak tersebut merupakan salah satu dari sekian banyak spesies baru yang ditemukan selama Conservation International’s Rapid Assessment Program (RAP) pada tahun 2008. Ekspedisi ini merupakan kolaborasi ilmuwan dari dalam dan luar negeri, termasuk para peneliti Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI). […]

Penemuan Burung Langka di Ketapang

KETAPANG, KOMPAS.com — Komunitas Burung Ketapang, Kalimantan Barat, kembali menemukan burung langka di kabupaten itu yang dikenal sebagai gajahan timur atau dengan nama Latin Numenius madagascariensis atau Far Eastern curlew. Menurut Abdurahman Al Qadri dari Komunitas Burung Ketapang, Minggu (11/7/2010), burung gajahan timur tersebut ditemukan di tepi pantai Dusun Segak, Desa Sei Jawi, Kecamatan Matan[…]

Itik Rimba Dataran Tinggi Dieng

Dataran tinggi Dieng masih banyak meyimpan sejuta misteri tentang keadaan alam, budaya, dan kehidupan yang hidup didalamnya. Kali ini kami dari mapala silvagama mencoba untuk menguak misteri yang terkandung di dalamnya, pada perjalanan ini kami menuju ke beberapa telaga  di dataran tinggi Dieng, pertama kami menuju ke telaga warna, telaga pengilon dan telaga menjer, mungkin sudah banyak orang tahu tentang ke unikan dari masing masing telaga tersebut dan mitos di dalamnya.

Tujuan kami mengunjungi  3 telaga tersebut untuk survey potensi alam ,dan ternyata kami digoda oleh beberapa kelompok itik liar dan kami tertarik untuk mengamatinya sejenak he.he.he.., tahukah sahabat alam tentang itik hutan yang biasa disebut itik jurai (Anas-querquedula), unggas yang tergolong langka ini banyak ditemui dan berenang bebas di telaga pengilon di dataran tinggi Dieng, sebelum kami bercerita banyak, alangkah baiknya kawan tahu, apa sih itik hutan itu, berikut kami sajikan profilnya. […]

Gunung Kidul Diusulkan Jadi Taman Bumi Dunia

Gunung Kidul (ANTARA News) – Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, akan mengusulkan Gunung Kidul menjadi taman bumi dunia untuk melestarikan kawasan batuan karst di kabupaten ini.

Usul akan disampaikan kepada Global Geopark Network UNESCO (Badan PBB untuk Pendidikan, Ilmu Pengetahuan, dan Kebudayaan), kata Kepala Bidang Pengembangan Pariwisata, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Gunung Kidul, Birowo Adji di Wonosari, Sabtu. […]