Hujan Badai Tetap Bergembira

  • Increase font size
  • Default font size
  • Decrease font size

Ekspedisi Karimata Mapala Silvagama: dari Jogja untuk Karimata

E-mail Cetak PDF

Akhirnya usai sudah pelaksanaan lapangan kegiatan Ekspedisi Karimata Mapala Silvagama yang berlokasi di Pulau Karimata. Walaupun sempat tertunda karena permasalahan cuaca, namun pada akhirnya kegiatan ini dapat terselenggara dengan baik. Kegiatan ini telah dilaksanakan dari tanggal 14 Februari 2012 sampai 18 Maret 2012. Tim lapangan berjumlah 11 orang yang terdiri dari Ari Tri Sewaras Hati, Ratna Mutiarini, Sulih Primara Putra , Dian Ayu Marita Sari, Farid Zikri, Sonny Martha Pradana, Runita Pardianti, Dwiki Parisha, Gregorius Tri Wijaya, Sidiq Purwanto, dan Agus Kusmawanto diberangkatkan secara resmi pada tanggal 14 Februari 2012 setelah mengikuti acara seremonial pelepasan di kampus Fakultas Kehutanan UGM.

Pulau Karimata yang termasuk kawasan Cagar Alam Laut Kepulauan Karimata, Kalimantan Barat, merupakan wilayah yang belum tergali informasinya secara maksimal, baik dari sisi keanekaragaman flora dan fauna maupun dari sisi sumber daya manusianya. Untuk itulah kegiatan bertajuk eksplorasi dan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan. Pengabdian masyarakat berupa penguatan bidang pendidikan kepada generasi muda diharapkan dapat mendorong upaya pelestarian flora dan fauna.

Sebelum pengambilan data di lapangan, tim lapangan melakukan presentasi kepada pihak Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Barat dan Kagamahut (Keluarga Alumni Gadjah Mada Komisariat Kehutanan) Kalimantan Barat. Dengan didampingi teman-teman Mapala Untan, Universitas Tanjungpura dan Sylva Indonesia PC. UNTAN, tim lapangan mencari dan memastikan transportasi menuju Pulau Karimata yaitu menggunakan kapal nelayan. Perjalanan menuju Pulau Karimata membutuhkan waktu sekitar 12 jam dari Kakap. Hari Jumat tanggal 24 Februari 2012 tim lapangan tiba di Pulau Karimata dan langsung menuju Rumah Kepala Desa Betok, yang selanjutnya menjadi basecamp tim lapangan di Pulau Karimata.

Ekspedisi Mapala Silvagama yang dilaksanakan di Pulau Karimata mengangkat tema besar yaitu Eksplorasi Keanekaragaman Hayati Pulau Karimata sehingga dilakukan pengambilan data flora dan fauna. Dalam melakukan pengambilan data tim lapangan diklasifikasikan menjadi kelas vegetasi, kelas mamalia, kelas herpetofauna, dan kelas aves. Pengambilan data flora fauna dibagi beberapa tim berdasarkan tipe ekosistem yaitu tim ekosistem mangrove, tim ekosistem hutan pantai, dan tim ekosistem hutan dataran rendah. Selain eksplorasi keanekaragaman hayati, juga dilakukan pengabdian masyarakat dan pencarian data sosial. Salah satu kegiatan dalam pengabdian masyarakat adalah pendokumentasian tentang kebiasaan-kebiasaan dan kegiatan masyarakat Dusun Betok, Desa Betok dan Desa Padang. Selain itu juga dilakukan pendidikan lingkungan kepada siswa sekolah dasar dan siswa sekolah menengah pertama. Kegiatan lain dari tim pengabdian masyarakat adalah menyalurkan buku-buku hasil sumbangan yang telah dikumpulkan di Yogyakarta.  

Selanjutnya...
 

STAKEHOLDER ANALYSIS IN HERBAL AGROFORESTRY SYSTEM IN KULON PROGO DISTRICT, D.I. YOGYAKARTA PROVINCE

E-mail Cetak PDF

STAKEHOLDER ANALYSIS IN HERBAL AGROFORESTRY SYSTEM 

IN KULON PROGO DISTRICT, D.I. YOGYAKARTA PROVINCE

 

Chandra Agusta1

Wahyu Tri Widayanti2

Bowo Dwi Siswoko3

 

ABSTRACT


    The existence of people forest with herbal agroforestry system have an important role to the society of Kulon Progo District. Herbal agroforestry system in Kulon Progo can accomodate the ecologycal , social, and economical function. The herbal agroforestry system depend on the involved stakeholders. The involved stakeholders hold an important role and their own interest. The involvement of this stakeholder is influenced by the gains, the social and economic condition of the native, and by the awareness and concern.
This research use qualitatif approach with case study method. Data was analysed by descriptive method using the Individual Interest Analysis Matrix (AIIM). AIIM analysis techniques produced a matrix that describes the level of interest and bias of each stakeholder in policy advocacy. Stakeholder analysis is oriented to the interests and involvement of each stakeholder.
    From the research results revealed that there are six stakeholders involved in herbal agroforestry system in Kulon Progo. Stakeholders can be differentiated into the primary stakeholders, secondary stakeholders, and key stakeholders. The primary stakeholders namely farmers, farmer groups, traders, and industries. Secondary stakeholders is the governments and nongovernmental organizations. Key stakeholders, namely Kulon Progo government. Farmers, traders, and the industries has strong economic interests, namely to seek the benefits of herbal agroforestry management. Meanwhile, farmers groups, governments, and nongovernmental organizations have an interest to empower the community. All stakeholders are interwoven in a complex interactions that make up a system. The presence of each stakeholders mutually influence each other, so that if one excluded the stakeholders that form the system does not run properly.

Keyword: Stakeholder Analysis, Agroforestry, Herbal

1Mahasiwa Fakultas Kehutanan UGM

2Staf Pengajar Fakultas Kehutanan UGM

3Staf Pengajar Fakultas Kehutanan UGM

Unduh skripsi disinihttps://docs.google.com/open?id=0BxsfqXsS9xPxMkRaQzBBWG9OQ0U

 

Eksplorasi dan Pengabdian Masyarakat untuk Pulau Karimata

E-mail Cetak PDF

 

Mapala Silvagama terus menunjukkan eksistensinya dibidang penelitian dan pengabdian masyarakat melalui kegiatan Ekspedisi Karimata, Eksplorasi dan Pengabdian Masyarakat Pulau Karimata, Cagar Alam Laut Kepulauan Karimata. Pulau Karimata yang terletak di Kalimantan Barat, merupakan pulau yang belum tergali secara maksimal potensinya, baik dari sisi keanekaragaman flora dan fauna maupun dari sisi sumber daya manusianya. Tidak hanya kegiatan eksplorasi, Mapala Silvagama juga melengkapi kegiatan ekspedisi ini dengan pengabdian masyarakat. Ekspedisi tersebut akan dilaksanakan pada 15 Februari sampai dengan 18 Maret 2012 ditandai dengan pelepasan Tim Lapangan yang telah dilaksanakan pada 14 Februari 2012 dengan anggota Tim Lapangan sejumlah 13 orang.

Salah satu alasan mengapa Pulau Karimata dipilih sebagai lokasi kegiatan ekspedisi yaitu karena saat ini Pulau Karimata sedang mengalami pembangunan nasional sebagai salah satu program Kabupaten Kayong Utara, Kalimantan Barat. Dalam pembangunan nasional yang berhasil, aspek yang harus dibangun tidak hanya fasilitas fisik/bangunan saja namun aspek sosial masyarakatnya juga. Memajukan masyarakat melalui bidang ilmu pengetahuan dan teknologi juga menjadi pertimbangan. Pengabdian dalam bentuk penguatan bidang pendidikan kepada generasi muda akan membuka wawasan tentang kehidupan dan menyelaraskan kehidupan lokal dengan nasional, dan inilah yang menjadi bagian tujuan ekspedisi Mapala Silvagama.

Adanya kegiatan ini diharapkan upaya pembangunan nasional di Pulau Karimata dapat berjalan baik dengan adanya data-data pendukung baik data sumberdaya alam maupun sumberdaya manusia dari hasil kegiatan ini. Harapannya, pendidikan dan pelestarian alam bisa sangat berkorelasi dalam pembangunan di Pulau Karimata yang ini menjadi keinginan besar Mapala Silvagama dari kegiatan pelaksanaan pengabdian masyarakat di Pulau Karimata.

Tidak sedikit rintangan yang dihadapi Mapala Silvagama dalam usahanya untuk mewujudkan Ekspedisi tersebut. Kegiatan Ekspedisi yang rencananya akan dilaksanakan pada akhir bulan Januari 2012 sempat tertunda dikarenakan gelombang laut dan cuaca yang tidak bersahabat. Namun, dengan dukungan dari berbagai pihak Mapala Silvagama tetap terus memperjuangkan keberhasilan kegiatan ini. Dukungan ini tampak saat Tim Lapangan di Pontianak disambut baik oleh teman-teman Mapala Untan, Universitas Tanjungpura dan Sylva Indonesia PC. UNTAN. Setelah selesainya administrasi dan audiensi dengan BKSDA dan KAGAMAHUT Kalimantan Barat, pada 22 Februari 2012, Tim Lapangan berangkat menuju Pulau Karimata setelah dipastikan bahwa gelombang dan cuaca membaik dari BMKG. Dibentuk pula Tim Basecamp Pontianak yang diberangkatkan pada tanggal 29 Februari 2012 dan juga diterima baik di Sekretariat Bersama Fakultas Kehutanan UNTAN. Tim Basecamp Pontianak ini bertugas untuk melaksanakan prosedur emergency apabila terjadi kondisi darurat maupun hal-hal yang tidak sesuai perencanaan yang ditetapkan yang menimpa Tim Lapangan, sehingga kegiatan ekspedisi tetap berlangsung dengan baik.

Sampai saat ini, informasi yang hanya bisa diterima dari telepon satelit Tim Lapangan, posisi tim berada di Desa Betok dan telah menyelesaikan pengambilan data hutan pantai dan hutan dataran rendah. Sumbangan buku telah disalurkan sebagai bagian dari kegiatan pengabdian masyarakat dan kegiatan yang masih berlangsung yaitu pengambilan data di hutan mangrove serta menyelesaikan kegiatan pengabdian masyarakat yang sudah berjalan setengahnya.

Do’a dan dukungan dari berbagai pihak terus diharapkan demi kelancaran dan keselamatan Tim Lapangan sehingga hasil yang diperoleh dapat bermanfaat bagi kalangan luas. Perjalanan ini masih panjang dan tentunya berbagai tantangan masih harus dilalui, untuk itu semangat pantang menyerah akan terus tertanam dalam jiwa Mapala Silvagama dalam usahanya untuk mengembangkan kegiatan bidang penelitian dan lingkungan. Tak ada penghalang bagi Pasukan Mapala Silvagama.

 

 

ANNOUNCEMENT

E-mail Cetak PDF

Segenap panitia Ekspedisi Ilmiah Mapala Silvagama “Eksplorasi Keanekaragaman Hayati dan Pengabdian Masyarakat Pulau Karimata, Cagar Alam Laut Kepulauan Karimata” ingin menyampaikan pemberitahuan bahwa kegiatan ekspedisi yang semula direncanakan pada tanggal 25 Januari-22 Februari 2012, diputuskan untuk diundur keberangkatannya hingga minggu ke 2 bulan Februari 2012. Keputusan diambil mengingat kondisi cuaca yang sedang tidak baik sehingga tidak direkomendasikan untuk penyebrangan Pontianak/Ketapang-Pulau Karimata.

Terima kasih kepada seluruh instansi dan donatur atas segala bantuan yang telah diberikan demi mendukung kelancaran kegiatan, dan selanjutnya mohon doa serta dukungannya demi kesuksesan Ekspedisi Karimata. Terima kasih.

 

Menjelajah Keindahan Tantangan Bentang Sungai Pekalen

E-mail Cetak PDF

Sungai Pekalen merupakan sungai yang terletak di kota Probolinggo, Jawa Timur dengan lokasi berada diantara 3 kecamatan yaitu kecamatan Tiris, Maron, dan Gading. Letak sungai Pekalen yang berada di daerah kaki gunung Argopuro dan gunung Lamongan membuat tipikal sungai berada diantara tebing-tebing terjal dengan gradien sungai yang curam serta banyaknya bebatuan. Aliran mata air sungai Pekalen yang berasal dari pegunungan Hyang membuatnya termasuk sungai yang selalau dialiri air dan dapat diarungi sepanjang waktu.

 

Jalur pengarungan memiliki 3 bagian yaitu sungai Pekalen atas, Pekalen tengah dan Pekalen bawah sehingga dapat memberikan beberapa pilihan dalam melakukan pengarungan. Start point Pekalen atas dengan koordinat 070 55’ 50.5’’ LS dan 1130 06.3’ 45’’ BT, serta finish Pekalen bawah 070 52’ 16.3’’ LS dan 1130 22’ 14.3’’BT memiliki total jarak 29 km. Morfologi sungai yang sempit diapit tebing tinggi menjulang, debit air yang bervariasi serta banyaknya batuan di sepanjang jalur pengarungan membuat gradenya mencapai 3-3+. Sungai yang sempit membuat tidak banyak pilihan jalur dalam melewatinya, sehingga diperlukan angle, timing dan momentum yang tepat dalam melewati tiap jeram agar perahu tidak terbalik.

Selanjutnya...
 

Seminar Pra-Ekspedisi Karimata Mapala Silvagama

E-mail Cetak PDF

Seminar Pra-Ekspedisi Karimata Mapala Silvagama

 

Halo Jhon !

 Mapala Silvagama tampak serius dan bersungguh – sungguh dalam melakukan persiapan sebelum melakukan Ekspedisi Karimata, yang akan dilaksanakan pada 25 Januari sampai dengan 22 Februari 2012. Salah satu kegiatan pra-ekspedisi tersebut adalah seminar pra-ekspedisi. Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Sabtu, 24 Desember 2011. Seminar Pra-Ekspedisi Karimata ini terdiri dari dua sesi. Sesi I bertemakan “Peningkatan Peran Mahasiswa dalam Partisipasi Pendampingan Pembinaan Masyarakat di Sekitar Hutan” yang dibawakan oleh beberapa narasumber dengan sudut pandang yang berbeda. Sesi II berisi presentasi tim Mapala Silvagama tentang gambaran dasar sampai ke bagian teknis ekspedisi. Seminar pra-ekspedisi ini mengundang berbagai pihak yang memiliki kontribusi dan kaitannya dalam ekspedisi ini.

 Sesi I menghadirkan 3 pembicara yang dimoderatori oleh Ir. Sri Danarto, M.Agr. Pembicara pertama adalah Drs. Trisnu Danisworo MS. (Sekretaris BP2SDM Kementerian Kehutanan) yang membahas mengenai peran instansi pemerintah dalam pemberdayaan masyarakat dan dukungan terhadap kegiatan mahasiswa dalam kaitannya dengan pembangunan hutan. Pembicara kedua adalah  Djoko Soeprijadi S.Hut. (Dosen Fakultas Kehutanan) membahas mengenai inovasi dan strategi dalam peningkatan dan pelibatan mahasiswa dalam pemberdayaan masyarakat dan pembangunan hutan. Pembicara ketiga adalah Edi Suprapto, S.Hut. (LSM ARuPA Yogyakarta) yang membahas bagaimana potensi LSM dalam peningkatan kualitas mahasiswa dalam pemberdayaan masyarakat sekitar hutan. Seusai penyampaian materi, sesi tanya jawab dimulai dari Pak Gatot Nursinggih (Dishutbun DIY), Ir. Y. Susilo S.J. (Badan Penyuluh Temanggung), dan yang terakhir adalah Mas Taufik Hermawan (Fakultas Kehutanan UGM). Dari sesi tanya jawab, dapat ditarik 3 kesimpulan, yaitu perlu adanya pemikiran yang menempatkan sumber daya alam dengan kebijakan, perlu sistem untuk meningkatkan penalaran mahasiswa melalui sintesis untuk memberdayakan masyarakat, dan perlu adanya dorongan kepada mahasiswa agar dapat menyampaikan aspirasi secara langsung.

Selanjutnya...
 

Kebulatan Tekad Ekspedisi Karimata 2012

E-mail Cetak PDF

 

 

Kepulauan Karimata merupakan salah satu cagar alam laut yang dimiliki Indonesia yang terletak di bagian barat Provinsi Kalimantan Barat. Pulau Karimata memiliki 4 ekosistem yaitu ekosistem hutan mangrove, ekosistem hutan pantai, ekosistem hutan tropis dataran rendah, dan ekosistem terumbu karang. Variasi ekosistem di dalam pulau ini memungkinkan adanya keanekaragaman jenis flora dan fauna yang unik, karena keadaan geografis, wilayah Pulau Karimata yang merupakan sebuah kepulauan yang terpisah berjauhan sehingga mendorong terjadinya proses spesiasi.

Pulau Karimata memiliki sumber daya alam peralihan yang khas antara Pulau Kalimantan dan Pulau Sumatera yang awalnya merupakan satu kelompok kerak benua yang dikenal sebagai Dangkalan Sunda. Keunikan dan kekhasan sumber daya alam tersebut didukung dengan kondisi bentang alam Pulau Karimata. Pulau ini dikelilingi oleh wilayah perairan laut, menyebabkan pulau ini terisolir karena tidak ada koridor penghubung antar pulau disekitarnya.

               Sampai saat ini informasi mengenai sumber daya alam berupa flora dan fauna di Pulau Karimata yang tersedia masih terbatas. Karena sedikitnya penelitian dan data yang ada mengenai Pulau Karimata, oleh sebab itu perlu diadakannya survei awal untuk melihat dan mengetahui secara langsung potensi yang terdapat di Pulau Karimata.  Pada tanggal 11 Juli 2011 survei telah dilakukan beranggotakan Sulih Pramana Putra., Setia Purbo Kawido, dan Dwiki Parisha. Survei yang dilaksanakan selama 19 hari itu telah memberi informasi dasar bagaimana gambaran Pulau Karimata.

Selanjutnya...
 


Acak Gambar

Login Anggota


Pengunjung

Kami memiliki 1 Tamu online

ShoutBox


Ads on: Special HTML