Tak hanya sekedar jalan-jalan, Kamipun juga Belajar

Gladian Kijang telah mendapatkan materi dasar panjat tebing dari Kadiv Panjat Tebing, kini Kadiv Lingkungan juga tidak mau kalah. Beberapa hari sebelum berangkat ke tempat tujuan, tepatnya Selasa (19 Februari 2013) di Aula FKt UGM, Kijang terlebih dahulu dibekali materi ruang oleh tim Divisi Lingkungan Mapala Silvagama. Di sini Kijang diberi materi-materi yang menjadi dasar dalam kegiatan Divisi Lingkungan seperti materi tentang flora , fauna, dan konservasi. Materi tentang fauna  dilengkapi dengan pengenalan ular secara langsung. Ternyata ada juga Kijang yang takut dengan ular. Materi ruang yang dimulai pukul  17.00 diakhiri dengan gembira pada pukul 21.00.

Berakhirnya materi ruang berati telah ada panitia yang terbentuk. Hari-hari Kijang selanjutnya disibukkan dengan melengkapi segala sesuatu yang dibutuhkan untuk pelaksanaan matdas lingkungan ini. Karena matdas akan dilakukan di wilayah konservasi, maka butuh surat ijin masuk wilayah konservasi (Simaksi) yang dikirim beberapa hari sebelum menuju tempat tersebut. Sebelum hari keberangkatan semua kebutuhan telah berhasil dikumpulkan dan di packing.

Hari yang dinanti telah tiba. Jumat pukul 16.00 Kijang yang kurang satu (Gojel yang sedang sakit)  dan beberapa orang dari Divisi Lingkungan  plus yang berminat ikut berangkat ke Turgo. Setibanya disana packingan dibongkar lalu semuanya membagi tugas. Sebagian bangun tenda dan sebagian lagi memasak untuk makan malam. Menu pertama adalah nasi soto ayam ditambah tempe goreng. Meski cuaca tidak terlalu mendukung semua masih bisa berjalan dengan baik. Hanya saja hujan yang tiba-tiba turun dengan deras membuat kegiatan evaluasi dan briefing terhambat. Malam yang semakin larut menuntut para peserta untuk segera tidur.

Ketika masih tertidur pulas, Catur yang menjadi PJ bangun pagi mendatangi setiap tenda. Ternyata hari sudah terang, burung berkicau dengan merdunya membuat semuanya bersemangat. Setelah sarapan, Kijang dibagi menjadi 4 kelompok untuk materi pengamatan burung. Masing-masing kelompok dibekali binokuler, tally sheet,buku panduan burung, dan kamera serta alat tulis. Perjalanan dihabiskan dengan lihat sana lihat sini, teropong sana teropong sini, buka buku, gambar – menggambar dan catat mencatat juga banyak canda tawa. Kebanyakan burung yang kelihatan sedang terbang adalah walet, burung lainnya diidentifikasi melalui suaranya. Pengamatan burung menjadi lebih seru ketika ada elang hitam yang terbang dengan gagahnya. Sedang asyik mengamati burung, ternyata dari kejauhan terlihat makaka yang sedang bergelantungan di pohon. Di ujung jalur pengamatan burung Kijang membuat plester case menggunakan gypsum. Kemudian beristirahat sembari mengunggu gypsumnya kering.

Perjalanan pulang diisi dengan materi flora. Kijang diberitahu nama lokal dan nama latin beberapa pohon yang ditemui sepanjang perjalanan. Pohon yang dikenalkan diambil cabang rantingnya untuk dibuat herbarium. Setelah membuat herbarium, kijang diajarkan membuat petak ukur dengan ukuran 20 x 20m. Karena hari sudah siang, Kijang kembali ke basecamp lalu masak dan makan siang. Setelah makan siang, dan sedikit kelelahan juga maka semua peserta banyak yang menghabiskan waktu istirahatnya dengan boci (bobok ciang).

Tepat pada pukul 15.00, kijang kembali berkumpul untuk mengikuti materi mamalia dan berhasil menemukan bajing ditengah pendakian Bukit Turgo. Awalnya rombongan tidak bermaksud untuk muncak, tapi karena rasa penasaran akhirnya sampailah rombongan ke puncak Turgo yang merupakan makam dari Syekh Jumadi dan  foto bersama disana. Setelah selesai, rombongan kembali turun menuju basecamp untuk beristirahat sambil masak dengan menu nasi goreng. Kemudian bersiap-siap untuk materi herpet.

 Materi herpet agak berbeda dengan materi sebelumnya karena pengamatan dilakukan pada malam hari. Perlengkapan yang dibawa setiap kelompok adalah senter, buku panduan herpet dan peralatan standard lainnya. Perjalanan kali ini berhasil menemukan cicak gunung, katak dan yang paling menarik adalah berhasil menemukan anak ular. Pukul 22.00 rombongan kembali ke basecamp dan sharing materi yang telah di terima.

Hari selanjutnya diisi dengan lomba pengamatan yang berlangsung dari pukul 08.00 sampai 10.00. Pada awalnya Kijang mengikuti dengan santai dan cenderung hanya jalan-jalan sambil main-main. Namun setiap kelompok hanya diberi waktu maksimal 2 jam untuk menyelesaikan perlombaan. Ketika sadar bahwa waktu akan habis, Kijang berlomba-lomba menuju garis finish. Kelompok 2 yang beranggotakan Mangiring, Deti, Ardi, dan Fatma merupakan kelompok yang pertama sampai dengan keterlambatan waktu 5 menit. Disusul kelompok 1 dengan Pepy, Ratna, dan Catur di dalamnya, keterlambatan kelompok ini adalah 10 menit. Kemudian kelompok 3 langsung menyusul beranggotakan Adi, Okti, dan Eva. Kelompok ini berhasil menyelesaikan perlombaan tepat waktu. Kelompok terakhir yang sampai adalah kelompok 4. Anggotanya adalah Budi, Faris, dan Mia, waktu mereka masih tersisa 5 menit. Sambil menunggu keputusan dewan juri yang terdiri dari Mbak Sari, Mbak Anif, Mas Agus, dan Mas Adam, Kijang masak makan siang dengan menu oseng tahu dan omelet, serta hidangan penutup spesial berupa semangka dan pear. Sebagian rombongan yang tidak ikut memasak mulai membereskan basecamp untuk selanjutnya dipacking. Tiba-tiba ditengah kegiatan masak dan beres-beres, hujan turun dengan lebat, namun semua bisa teratasi karena tak ada penghalang bagi Silva.

Sekitar pukul 12.30 kami sudah selesai makan dan melanjutkan beres-beres. Hujan deras kembali datang secara tiba-tiba, memaksa kami untuk bergerak lebih cepat. Waktu yang ditunggu-tunggu bagi Kijang akhirnya tiba, pengumuman hasil lomba.Dan………………………… Kelompok 2 keluar sebagai juara 2 dan mendapat hadiah berupa sekotak choki-choki. Lalu kelompok 3 lah yang memenangkan perlombaan dengan skor 320 dan mendapatkan hadiah berupa satu botol fanta 🙂

Setelah pengumuman pemenang lomba, rombongan jalan kembali ke tempat parkir, lalu pamit ke pemilik basecamp induk. Perjalanan kembali ke sekre berlangsung dari pukul 14.30-15.30, dilanjutkan cuci alat dan evaluasi kegiatan. Lalu rombongan pulang ke kost dan rumah masing-masing 😉 (epha)

Share on FacebookTweet about this on TwitterShare on Google+Share on LinkedInShare on TumblrPin on Pinterest

40 thoughts on “Tak hanya sekedar jalan-jalan, Kamipun juga Belajar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *