Di Silva setiap kali kegiatan tidak mungkin kalau tidak ada urutan ritualnya, mulai dari persiapan, pra, kegiatan, hingga pasca kegiatan selalu diperhatikan sekali. Keselamatan nomer satu.
Persiapan sangat dibutuhin sebelum kita pergi berkegiatan. Tidak hanya alat pribadi, perlengkapan kelompok jangan sampai lupa. Alat untuk kegiatan, makan, tidur, motor, sampai helm pun perlu disiapin, dan yang paling penting itu management perjalanannya musti teliti dan tidak asal-asalan
Doa itu sangat skral lho... Pengaman kita selain di alat pasti Tuhan donk. Maka dari itu sebelum go out, berdoa dulu ya.. setelah itu baru kata kunci keluarga Silva.
Keluarga Silva itu banyak marganya lho…
RIMBA GUNUNG…
Basic Silva nomer satu ya di sini, marga yang jadi tonggak. Tracking melulu, naik turun gunung, mblusuk-mblusuk kebon, jalan aja musti dibaca, buku aja belum kelar baca suruh baca jalan. Tapi tanpa bias baca jalan, ormed, baca peta dan menggunakan kompas bisa nyasar kita nanti.
PANJAT TEBING…
Marga yang cukup dikenal keaktifannya di luar ya ini lah. Tidak hanya di tebing alami saja, manjat juga dapat di boulder ataupun wall. Di dunia panjat rasa takut itu perlu dihilangkan lho. Yang bikin jengkel di panjat itu mencari poin sama pijakan kaki. Mau dielus-elus, diraba-raba sampe berhari-hari pun kagak bakal gedhe kali.tapi kalau bisa Top apalagi onset puas rasanya. Manjat tidak asal lho, ada teknik tersendiri yang perlu diperhatikan dan perlu dipahami!kalau manjat asal manjat itu monyet berarti…
SUSUR GOA…
Marga yang hidup di alam kegelapan. Lingkup masyarakat susur goa tangguh juga, masuk-masuk lorong gelap, padahal licin, berlumpur, kubangan, keluar goa pasti jadi mirip tukang gali sumur. Butek bener, mulai dari muka sampai pakaian. Tapi tanpa tau teknik masuk, keluar, naik, turun goa kita tidak akan bisa masuk, karena goa bukan hanya bisa keluar masuk secara horizontal tapi juga secara vertical. Tidak bisa SRTan mau masuk goa? Nyemplung aja!!!
ARUNG JERAM…
Komplotan marga yang satu ini selalu berhubungan sama yang namanya water. Orang umum kalau main di sungai terus hujan pasti takut dan buru-buru menghindar dari sungai, tapi kebalikan sama anak marga rafting ini, hujan justru jadi poin plus. Jadi menambah semangat mereka. Air makin deras makin tinggi juga keberanian mereka, bisa-bisa ada jeram nyangkut perahu kita. Malah biasa ngeflip lhoooo! Ow..ow..ow..! untuk itu perlu tau cara baca jeram dan teknik rafting yang baik, termasuk naik perahu lho. Tidak bisa naik perahu renang jeram aja sampai finish. Hahahahaha…
LINGKUNGAN…
Dunia marga lingkungan tidak jauh-jauh dari alam juga. Bisa dibilang paling memahami karakteristik alam. Kejadian-kejadian alam yang sedang hot-hotnya pun mereka harus tau dan harus paham penanganannya. Kalau hanya tau tentang masalhnya tanpa ada penanganan mana bumi kita bisa terselamatkan. Jangan lupa ambil sampah yang tidak dibuang pada tempatnya ya..
PENGEMBANGAN…
Pemuda pemudi pengembangan biasanya lebih terkait sama fotografi dan jurnalistik. Nah, sekarang pikir saja, setiap kali kita berpetualang untuk membuktikan itu semua tidak cukup dengan omongan saja, tulisan pasti penting untuk mengingatnya dan yang paling utama lagi bukti berupa foto ya narsis dikit boleh lah. kalo hanya omongan saja bohong juga bisa! Tapi tetep tanpa tau teknik fotografi yang baik kita tidak bisa menghasilkan karya yang berkesan menarik,
Inilah ritual-ritual marga yang ada di dalam Silvagama. Namun demikian, satu hal yang tak boleh dilupakan juga. Pada saat awal berkegiatan ada kata kunci yang selalu diucapkan. Jika awalan ada, akhiran juga harus ada,,,
“HALLO JONH???... SILVA!!!”
(MARTIOVA)











