Hujan Badai Tetap Bergembira

  • Increase font size
  • Default font size
  • Decrease font size
Home Sekre Update Rupa - Rupa Aksi Hari Bumi 2011 Mapala Silvagama

Aksi Hari Bumi 2011 Mapala Silvagama

E-mail Cetak PDF

perbesar gambar

Yogyakarta, 22 April 2011

Kawasan Nol Kilometer Yogyakarta terlihat berbeda hari ini, sejak pagi aktifitas dikawasan ini diwarnai oleh sekumpulan mahasiswa yang sibuk menata bibit pohon dan memasang spanduk didepan Monumen Serangan Umum 1 Maret 1949. Mungkin tak banyak orang yang tahu bahwa hari ini merupakan peringatan Hari Bumi, mungkin menandakan bahwa hal  ini masih belum terlalu akrab di 'telinga' warga Yogyakarta.

Untuk itu, Mapala Silvagama Fakultas Kehutanan UGM bekerjasama dengan Tree Climbing Yogyakarta, komunitas panjat pohon Yogyakarta, menyelenggarakan Aksi Hari Bumi 2011 bersama dengan pelajar SMA se-Yogyakarta yang tergabung dalam Silvagama Green Community. Silvagama Green Community sendiri merupakan salah satu bentuk pendidikan lingkungan yang diadakan oleh Mapala Silvagama untuk siswa/siswi SMA di Yogyakarta.  Aksi ini dibuka secara simbolis oleh Dr. Ir. Sri Nugroho Marsoem M.Agr.Sc, salah satu Dosen Fakultas Kehutanan UGM sekaligus Pembina Mapala Silvagama melalui penyerahan bibit kepada peserta Silvagama Green Community. Aksi ini berupa pembagian bibit pohon gratis dan pemanjatan pohon di halaman monumen. Bibit dibagikan bersama dengan boklet cara penanaman pohon yang benar serta leaflet mengenai konservasi dan lingkungan. Selain itu, terdapat juga aksi “1000 Tandatangan dan Pesan untuk Bumi”. Cukup tinggi antusias warga terhadap kegiatan ini, bibit sejumlah +- 200 bibit, habis hanya dalam waktu 2 jam, begitu juga dengan tandantangan dan pesan untuk bumi, dua spanduk yang disediakan juga penuh. Kampanye Hari Bumi juga dimeriahkan oleh Pecinta Alam Fisipol UGM, KPLH Setrajana, berupa “matikan mesin saat lampu merah, 60 detik untuk bumi kita”.

Pembagian bibit bertujuan untuk mengenalkan kepada warga bahwa penting untuk menanam pohon, seperti yang diketahui bahwa Yogyakarta termasuk kedalam kota dengan tingkat polusi yang tinggi. Menanam pohon dapat mengurangi tingkat polusi diperkotaan, hal ini karna pohon memiliki sifat menyerap karbon sebagai penyebab utama polusi. Hal ini juga merupakan bagian dari rangkaian pendidikan lingkungan kepada generasi muda yang diadakan oleh Mapala Silvagama, maka dari itu dalam aksi ini pelibatan pelajar SMA dilakukan secara optimal. Bibit pohon yang dibagikan adalah pohon buah-buahan seperti durian, duku, sawo buah dan sawo kecik juga tanaman kehutanan seperti nyamplung, akasia, mahoni dan sengon. Beberapa warga lebih memilih pohon buah, tetapi tanaman kehutanan juga laris manis diterima oleh warga.

Pemanjatan pohon yang dilakukan Tree Climbing Yogyakarta juga menarik banyak perhatian warga, pohon Trembesi dihalaman Monumen Serangan Umum 1 Maret 1949 dipasangi pita kuning sebagai bentuk kampanye bahwa sudah saatnya kita sadar untuk mencintai pohon seperti tagline yang diusung oleh TCY, “ Aku Cinta Pohon, karena Pohon adalah Pendamping Hidup yang Sesungguhnya”. Selain karna pita kuning yang terpasang mencolok, hal lainnya adalah teknik pemanjatan pohon yang menggunakan 1 tali.

Pada akhirnya, kampanye berjalan sesuai dengan harapan, bahwa arti kampanye hari bumu yang sesungguhnya adalah menyadarkan warga pengguna jalan, pejalan kaki, wisatawan dan seluruh komponen masyarakat bahwa sudah saatnya kita bersama peduli terhadap bumi, tak cuma dalam bentuk kata-kata tapi dalam bentuk tindakan nyata. Bumi tak bisa lagi menunggu, kita harus bergerak sekarang. Tanam pohon, cintai Hidup.

 

Acak Gambar

Login Anggota


Pengunjung

Kami memiliki 2 Tamu online

ShoutBox


Ads on: Special HTML