Sungai Pekalen merupakan sungai yang terletak di kota Probolinggo, Jawa Timur dengan lokasi berada diantara 3 kecamatan yaitu kecamatan Tiris, Maron, dan Gading. Letak sungai Pekalen yang berada di daerah kaki gunung Argopuro dan gunung Lamongan membuat tipikal sungai berada diantara tebing-tebing terjal dengan gradien sungai yang curam serta banyaknya bebatuan. Aliran mata air sungai Pekalen yang berasal dari pegunungan Hyang membuatnya termasuk sungai yang selalau dialiri air dan dapat diarungi sepanjang waktu.
Jalur pengarungan memiliki 3 bagian yaitu sungai Pekalen atas, Pekalen tengah dan Pekalen bawah sehingga dapat memberikan beberapa pilihan dalam melakukan pengarungan. Start point Pekalen atas dengan koordinat 070 55’ 50.5’’ LS dan 1130 06.3’ 45’’ BT, serta finish Pekalen bawah 070 52’ 16.3’’ LS dan 1130 22’ 14.3’’BT memiliki total jarak 29 km. Morfologi sungai yang sempit diapit tebing tinggi menjulang, debit air yang bervariasi serta banyaknya batuan di sepanjang jalur pengarungan membuat gradenya mencapai 3-3+. Sungai yang sempit membuat tidak banyak pilihan jalur dalam melewatinya, sehingga diperlukan angle, timing dan momentum yang tepat dalam melewati tiap jeram agar perahu tidak terbalik.
Pada suatu kesempatan, tim arung jeram mapala Silvagama mengarungi sungai Pekalen dengan supporting tim dari teman-teman Plantagama dan Palapsi UGM, serta bantuan rescue para river guide dari operator Noars. Pengarungan dengan menggunakan river running systemoleh 3 perahu menghabiskan total waktu 5 ½ jam untuk menyelesaikan jalur Pekalen atas hingga Pekalen bawah.

Pekalen atas menyambut melalui jeram Welcome pada awal pengarungan dengan bentukan sempit, bends ke kanan dan mainstream menabrak tebing. Sepanjang jalur ditemui beberapa spot jeram dengan karakter yang cukup menarik untuk dilewati seperti Extravaganza, Matador, Cucak Rowo dan Good Bye. Pada pertengahan jalur, tim disuguhi sebuah atraksi mengagumkan melalui lanskap sungai yang melewati air terjun dan gua yang menjadi sarang kelelawar sehingga aroma guano (kotoran kelelawar) menyengat hidung. Dua jam pengarungan Pekalen atas ditutup oleh jeram Good Bye dan sebuah jeram dengan karakteristik yang cukup berbahaya sebelum lanjut ke Pekalen tengah.
Pekalen tengah memiliki bentukan yang cukup ekstrim ditandai dengan banyaknya undercut, gradien yang tajam dan batuan yang besar sehingga pada spot tersebut kami memutuskan untuk lining untuk mengambil jalur aman. Pada salah satu spot pertengahan jalur, terdapat jeram dengan gradien yang sangat curam hingga membentuk air terjun. Oleh karena itu, diputuskan untuk portaging perahu melewatinya dan perlahan diturunkan melalui tebing tinggi yang mencapai 5 meter ke permukaan air hingga terdengar bunyi keras saat perahu menyentuh air. Sungguh suatu fenomena yang sulit ditemui pada sungai-sungai yang terdapat di belahan pulau jawa lainnya. Pengarungan berakhir setelah menghabiskan 1 ½ jam perjalanan untuk mencapai bagian Pekalen bawah.
Bagian terakhir pekalen telah siap menanti untuk dilewati. Tipikal yang sedikit berbeda dari sebelumnya, karena penampang sungai mulai melebar karena sudah melewati bagian hulu sungai. Akan tetapi bagian ini tetap nikmat untuk dilewati dengan jeramnya yang tidak kalah menantang dari bagian sebelumnya seperti jeram TM 1, Pilar, Marlboro dan God Bless. Pengarungan berakhir saat menemui bendungan dan setelah menghabiskan waktu sekitar 2 jam perjalanan.
Pengalaman memacu adrenalin yang tidak akan mudah terlupakan karena sensasi yang disajikan berbeda dari sesuatu yang biasa kami temui sebagai penggiat. Penghormatan untuk segala supporting dari berbagai pihak yang melancarkan kegiatan pengarungan oleh tim Mapala Silvagama, serta terima kasih sangat mendalam untukmu Pekalen, untuk segala tantangan yang diselimuti oleh keindahanmu. (643)











