Deburan ombak yang membentur karang, pasir putih yang membentang luas merupakan kesan pertama kami tentang lokasi materi dasar panjat tebing di Pantai Siung. Keberangkatan kami dimulai dari Sekretariat Mapala Silvagama FKT pada Jumat 18 Februari sekitar jam 5 sore. Perjalanan membelah jalan Wonosari dan melewati lika-liku bukit Pathuk lalu ke Selatan menuju desa Wates, kecamatan Tepus. Akses jalan cukup baik dan memerlukan waktu sekitar 3 jam perjalanan.
Seusai melepas lelah sejenak serta menikmati santap malam, evaluasi dan briefing dilaksanakan untuk mempersiapkan kegiatan esok hari. Tak terasa hari telah malam dan kamipun beristirahat guna mengumpulkan energi untuk esok hari. Paginya blok D menjadi target pertama pemanjatan kami. Ini adalah spot pemanjatan yang memiliki pemandangan paling menarik dan indah karena langsung mengarah ke pantai. Tengah hari kami memindahkan jalur pemanjatan ke blok G. Jalur pemanjatan disini cukup menantang karena jalurnya yang cukup tinggi dan didominasi tebing bertipe hanging. Semangat dan canda tawa mengiringi kegiatan kami hari itu. Namun konsentrasi dan fokus terhadap materi tetap kami jadikan prioritas.
Hari itu kami banyak belajar mengenai bagaimana menjadi belayer, sistem leading dalam pemanjatan, serta etika-etika dalam pemanjatan. Evaluasi malam hari membahas mengenai permasalahan dalam manajemen kegiatan serta sharing setiap individu mengenai materi pemanjatan. Poin-poin evaluasi menjadi pembelajaran dalam mengembangkan kapasitas berpikir dan berperilaku setiap anggota.Hari minggu kami belajar sistem artificial climbing serta sport climbing di jalur pemanjatan blok J. Pemanjatan diakhiri siang hari ketika panas matahari mulai menyengat.
Satu hal yang menarik bahwa seusai materi panjat selesai, kami melakukan ritual bersih pantai. Sampah-sampah yang berserakan di sekitar pantai kami kumpulkan dan angkut. Ini adalah salah satu upaya yang kami lakukan untuk memunculkan kesadaran bagi pengunjung maupun warga sekitar untuk menjaga kebersihan dan keindahan pantai. Dimulai dari hal kecil niscaya dapat membawa sesuatu yang besar. Selamat tinggal Siung, sebuah pengalaman berharga telah kami petik, satu bekal bagi pendewasaan diri dalam berkegiatan dan berorganisasi.(XXVI/0672/MSG)











