Para ilmuwan yang mengadakan riset di MIT (Massachusetts Institute of Technology) menjelaskan bagaimana memanfaatkan energi listrik yang
dihasilkan oleh sebuah pohon. Energi ini timbul akibat perbedaan kadar pH dalam sistem metabolisme pohon dan tanah tempat tumbuhnya. Salah satu hasil riset para ilmuwan ini adalah pemanfaatan energi tersebut sebagai sumber tenaga bagi jaringan sensor suhu dan kelembaban untuk mengantisipasi kebakaran hutan sebagai salah satu penyebab kerusakan hutan di bumi. Sistem ini dijuluki dengan "Voltreepower", julukan yang sesuai dengan cara kerja dan perusahaan pengembangnya.
Sebelumnya, sensor tersebut menggunakan tenaga baterai yang setiap saat harus diganti, sehingga penggunaannya dirasa kurang praktis dan relatif mahal. Dengan memahami prinsip tenaga listrik yang dihasilkan pohon, para ilmuwan kemudian mengganti tenaga listrik yang sebelumnya dihasilkan baterai dengan tenaga listrik yang dihasilkan oleh pohon itu sendiri. Setiap sensor yang terpasang di pohon dilengkapi dengan sumber tenaga yang dapat me-recharge sendiri menggunakan arus elektris yang dihasilkan oleh pohon tersebut. Sebuah pohon tidak dapat menghasilkan energi yang besar dalam satu waktu, tetapi hal tersebut bukan merupakan suatu kendala, karena energi yang dibutuhkan untuk memfungsikan sensor ini tidak terlalu besar, ilmuwan juga menganalogikan energi yang dihasilkan pohon dengan air yang berupa tetesan dari keran yang dapat mengisi penuh sebuah ember.
Sistem bioenergy ini menyuplai tenaga elektris yang cukup agar sensor dapat mentransmisikan signal minimal 4 kali setiap hari atau secara otomatis mengirimkan signal darurat jika terjadi perubahan suhu yang ekstrim (dimungkinkan muncul titik api). Setiap signal meloncat dari satu sensor ke sensor yang lain dalam satu area monitoring sehingga mencapai stasiun cuaca yang mengirimkan data via satelit ke pusat pengendalian kerusakan hutan. Menurut penelitian para ilmuwan tersebut, sistem sensor ini dapat berfungsi secara optimal dengan menanamkan sensor pada 4 pohon dalam luasan 1 acre (sekitar 0,4 ha).
Sistem ini juga diadopsi untuk mendeteksi ancaman berupa penyelundupan bahan radioaktif ke dalam suatu negara melalui jalan darat (hutan). Kira-kira bisa diadopsi untuk mendeteksi pembalakan liar nggak ya...?(-red)
Referensi artikel : Klik disini











